Minggu, 16 Februari 2025

The Strongest Woman You See Today, Was The Broken Girl You Meet Yesterday

Aku gak bisa untuk selalu positif setiap saat. I have my low points, punya masalah sendiri, ngerasain sakit dan juga sedih. Some days, i feel weak too, bahkan ada hari-hari dimana aku gak bisa mencintai diriku sendiri. Terkadang aku tidak menunjukannya pada orang lain. I try to solve it on my own first, spend time with myself, and really understand what i'm feeling. Karena hidup itu sama untuk kita semua, tetapi cara kita menjalaninya adalah pilihan kita masing-masing. I choose patient and I choose healing. Aku terus melakukan hal-hal yang kucintai, and this is my way of dealing with my problems.

To be always positive, aku harus melewati malam-malam yang gelap untuk bangkit lebih kuat. Aku tidak hanya duduk diam menunggu datangnya keajaiban. I can't sit and wait for the magic to happen, I can't sit and cry like a river. Justru aku mau jadi sungai itu sendiri -- terus mengalir, no matter how many hurdles i face.

SEE? The strongest woman you see today was once the broken girl you met yesterday. Inilah prosesnya. We evolve, we grow, & we bloom. Dan ya gapapa kalau kita pernah hancur, yang penting kita tidak memilih untuk tetap hancur!

Bagiku, sosok perempuan paling kuat saat ini adalah ibuku. Not just because she's my mom, but because she is the woman who taught me that "i'm everything" not someone's thing. And no matter how broken i'm left behind, i have that strength to take a step forward and leave the one who hurts me behind.

Maybe today you are broken,
But that's how we learn to heal, we learn to be strong, and we learn to be on our own.

Share:

Tak Semudah Melipat Jari Tangan

Kata orang, hidup ini adalah tentang memilih
Tapi tak ada yang bercerita padaku, betapa berat menjalani pilihan tersebut
Aku merasa, seperti mendaki jalan berbatu dengan kaki yang terluka
Dan seperti menahan tangis di dada tanpa bisa terucap

Berjuang, memang tak semudah melipat jari tangan
Butuh luka untuk memahami arti kesembuhan,
Butuh jatuh untuk memahami cara bangkit,
Butuh kesabaran yang panjang untuk melihat butir benih tumbuh menjadi pohon yang rindang

Kadang Aku ingin menyerah,
Merasa lelah, letih, dan hilang arah

Namun sejenak Aku berpikir, bukankah mentari selalu datang meski malam terasa tak berujung?

Dan bukankah ombak tak pernah berhenti meski berkali-kali pecah di karang?

Jadi, meski jalan ini penuh duri,
meski doa-doa terasa menggantung di langit yang sepi,
Aku akan tetap melangkah

Karena bagiku, tak ada perjuangan yang sia-sia,
Dan tak pernah ada kesabaran yang tak berbuah cahaya

Share: